Investigasi Polisi Terkait Teror Kain Api, TKP Meluas dari Semarang, Ungaran, hingga Kendal

GridOto.com - Akhir-akhir ini Kota Semarang diresahkan dengan aksi pihak misterius yang melakukan pembakaran terhadap kendaraan yang sedang diparkir dengan melemparkan kain api.

ali ini mobil Daihatsu Ayla warna putih di Jalan Ciliwung, Mlatiharjo, Semarang Timur, Kota Semarang, menjadi sasarannya, Kamis (31/1) dini hari.

Mobil milik Maura Apriani (29) itu terbakar di bagian depan. "Yang lihat tetangga, saya tidak lihat terbakarnya," ujar Maura, Kamis (31/1).

Mobil bernomor polisi K 9478E D itu terbakar cukup parah di bagian depan. Sebagian kaca pecah, tak hanya itu, ditemukan pula bekas bensin yang seperti diguyur ke bagian body mobil.

Bagian belakang mobil pun juga terlihat bekas tersambar api. Maura menyebut, mobil itu terakhir kali dipakai hari Minggu lalu. Selama tak terpakai, mobil miliknya diparkir di halaman rumah.

"Yang parah bagian depan, bagian belakang ada kena sedikit," katanya. Warga sekitar, Sinus, menuturkan, saat kejadian dia sedang berjaga di pos keamanan lingkungan (kamling).

Saat berjaga itulah dia mendengar suara teriakan warga lain meminta tolong dan mengabarkan ada mobil terbakar.

"Ada tetangga mau ke pasar dan lihat mobil terbakar," kata Sinus. Mendengar teriakan itu, Sinus langsung inisiatif mendekat dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Sembari memadamkan api, dia berteriak membangunkan pemilik rumah.

Tim Inafis Polrestabes Semarang yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas yang datang ke lokasi mengatakan kejadian tersebut sudah dalam penanganan dan penyelidikan kepolisian. "Ini yang pertama di Semarang Timur, semoga ini yang terakhir," kata Agil.

Selain itu Ungaran, sepeda motor BeAT Street putih tahun 2018 milik Aulia Fakhur (20), warga Kelurahan Keji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dibakar orang tak dikenal pada Rabu (30/1) pukul 03.30 pagi.

Tak hanya satu sepeda motor, Honda BeAT FI tahun 2014 warna hitam yang juga diparkir di garasi rumah Aulia pun juga terkena jilatan si jago merah.

Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi mengatakan, awalnya pembakaran tersebut diduga  pelemparan bom molotov.

Namun setelah dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), Teguh menyatakan bukan bom molotov.

Pelaku melemparkan kain yang telah dibasahi dengan minyak, kemudian membakar kain tersebut.

"Selanjutnya pelaku melemparkan kain yang sudah terbakar ke dalam garasi melalui celah pintu gerbang rumah dan mengenai dua unit sepeda motor tersebut," terang Teguh pada Kamis (31/1).

Sayangnya, pascaperistiwa pembakaran kendaraan tersebut, hingga kini belum ada yang membuat pelaporan sebagai laporan pendahuluan.

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim resmob telah bergerak untuk mempercepat pengungkapan peristiwa tersebut.

Teguh mengingatkan pada masyarakat bahwa kejadian tersebut merupakan cipta kondisi yang dilakukan bertujuan untuk membuat resah masyarakat Jawa Tengah jelang Pemilihan Presiden 2019.

Hal tersebut terlihat dari modus operandi yang dilakukan, yakni waktu kejadian dan alat yang digunakan sama.

"Masyarakat diimbau tetap waspada jelang waktu subuh dan tetap berperan aktif menjaga keamanan. Bila ditemukan hal yang mencurigakan maupun informasi apapun, dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat," terang Teguh.

Menanggapi hal tersebut, Agus Budiman, warga Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang berpendapat agar Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) kembali ditingkatkan, baik di tingkat RT maupun RW.

Selain itu ia meminta agar setiap Siskamling disediakan fasilitas Walkie Talkie sebagai perangkat pendukung komunikasi bila membutuhkan koordinasi.

"Semoga segera terungkap siapa pelaku dan dalang teror ini," pungkas Agus.

Pembakaran mobil maupun sepeda motor yang terparkir di teras maupun depan rumah juga terjadi di Kabupaten Kendal.

Modus kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tak jauh berbeda dengan pelaku pembakaran di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Pelaku membakar mobil dengan membakar lap kain yang telah dibasahi bahan bakar kemudian dibakar di atas kendaraan tersebut.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita menuturkan, pihaknya terus melakukan upaya mengungkap pelaku. "Yang dilaporkan kepada pihak kepolisian ada sebanyak empat kasus," jelasnya, Kamis (31/1).

Keempat lokasi pembakaran tersebut tersebar di empat wilayah yakni, Desa Karangtengah, Kecamatan Kaliwungu, Desa Brangsong Kecamatan Brangsong, Desa Brotomulyo Kecamatan Cepiring, dan Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari.

Hamka menambahkan kasus tersebut juga ditangani oleh pihak Polda Jateng dan densus 88 antiteror.

Dari penelusuran Tribun Jateng, terdapat kasus pembakaran serupa di Kabupaten Kendal namun para korban enggan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul BERITA LENGKAP : Teror Pembakaran Kendaraan Parkir di Semarang, Ungaran dan Kendal